KabarMakkah.Com - “Abang,... engkau adalah tokoh panutan masyarakat. Engkau pemberi tausyiah yang sudah menaklukkan mimbar demi mimbar dakwah. Karenanya pula engkau pun telah berhasil menaklukkan hatiku sehingga aku mau dipersunting olehmu.
Engkau begitu peduli berdakwah. Namun kesibukan dakwah, telah membuat abang lupa bahwa ada satu hati, disini... yang gersang... hati yang begitu rindu
{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }
Posting Komentar